Open Call Startup Research-Based Cohort 2027 telah dibuka.

Pelajari Program →
Logo Universitas Hasanuddin
UNHAS TechPark
Beranda / Dampak
DAMPAK EKONOMI • SOSIAL • LINGKUNGAN • INSTITUSIONAL

Bukti Kinerja yang Transparan dan Terverifikasi

Dampak DHK-STP diukur bukan dari jumlah kegiatan, melainkan dari teknologi yang terpakai, usaha yang tumbuh, pendapatan yang kembali ke universitas, dan kontribusi nyata pada visi Universitas Hasanuddin serta ekosistem hilirisasi nasional.

STATUS DATADATA SEMENTARA

Seluruh angka target bersifat indikatif dan harus dikalibrasi melalui audit baseline 90 hari pertama. Angka baseline bersumber dari Proposal Pemeringkatan IBT-STP 2026 dan masih memerlukan rekonsiliasi definisi.

Data terakhir diperbarui: [Bulan/Tahun]
DASHBOARD PORTOFOLIO

Capaian dalam empat kelompok

Telusuri portofolio →
Baseline Kelembagaan IBT-STP (2021–2026)
129
tenant pernah diinkubasi
perlu klasifikasi sektor & outcome
24
tenant aktif in-wall
perlu validasi status & omzet
115
alumni inkubasi
perlu rekonsiliasi definisi
10–20
tenant per siklus
siklus inkubasi 6–12 bulan
Target Portofolio dan Produk 2030
300
portofolio invensi terpetakan
kumulatif · indikatif
60
portofolio prioritas aktif
indikatif
40
produk commercial-ready
kumulatif · indikatif
30
produk pilot production
kumulatif · indikatif
Target Transaksi dan Venture 2030
20
perjanjian komersial
kumulatif · indikatif
18
startup/spin-off aktif
kumulatif · indikatif
100
mitra industri & investor aktif
indikatif
500
lapangan kerja dari venture
kumulatif · indikatif
Target Pendanaan dan Fasilitas 2030
Rp 50 M
pendanaan eksternal terfasilitasi
kumulatif · indikatif
Rp 6 M
pendapatan komersialisasi & layanan STP
tahunan · indikatif
70%
utilisasi fasilitas STP
dari 30% pada 2026
Non-UKT
kanal pendapatan universitas
lisensi, royalti, layanan STP
KERANGKA KINERJA 2026–2030

Target indikatif per tahun

Target berikut merupakan usulan strategis pada Grand Strategy DHK-STP 2026–2030, bukan target resmi. Angka final ditetapkan setelah audit baseline 90 hari yang memverifikasi data tenant, portofolio, fasilitas, kontrak, pendapatan, dan kapasitas SDM.

TARGET INDIKATIF
INDIKATOR
2026
2027
2028
2029
2030
Portofolio invensi terpetakan (kumulatif)
75
125
180
240
300
Portofolio prioritas aktif
15
25
35
45
60
Produk commercial-ready (kumulatif)
5
12
20
30
40
Perjanjian komersial (kumulatif)
2
5
9
14
20
Startup/spin-off aktif (kumulatif)
5
8
11
14
18
Produk pilot production (kumulatif)
5
10
16
22
30
Mitra industri/investor aktif
20
35
55
75
100
Pendanaan eksternal terfasilitasi (kumulatif)
Rp5 M
Rp12 M
Rp22 M
Rp35 M
Rp50 M
Pendapatan komersialisasi & layanan STP (tahunan)
Rp0,5 M
Rp1,2 M
Rp2,5 M
Rp4 M
Rp6 M
Utilisasi fasilitas STP
30%
40%
50%
60%
70%
Lapangan kerja dari tenant/venture (kumulatif)
50
120
220
350
500
ROADMAP IMPLEMENTASI

Lima fase menuju 2030

2026
Foundation & Quick Wins

Konsolidasi OTK, audit baseline, data cleansing, SOP pipeline, stage-gate, 10–15 portofolio prioritas, transaksi awal.

2027
System Scale

Pipeline fakultas, teaching factory network, katalog layanan STP, deal room, industry advisory council.

2028
Portfolio Growth

Perluasan portofolio, lisensi/spin-off/JV, investor forum, STP living lab, kemitraan Indonesia Timur.

2029
Market Leadership

Scale-up produk, kerja sama nasional, ekspansi pasar, model pendapatan STP matang.

2030
Sustainable Impact

Pendapatan non-UKT, utilisasi STP, impact report, alumni venture, reinvestment fund, global partnership.

PERWUJUDAN VISI DAN MISI

Bagaimana hilirisasi mewujudkan arah universitas

Restrukturisasi kelembagaan Unhas pada periode kepemimpinan 2026–2030 memperkuat agenda inovasi, hilirisasi, tata kelola usaha, dan kemandirian fiskal universitas, dengan Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha sebagai koordinasi strategis. Empat baris berikut memetakan arah tersebut ke kontribusi konkret direktorat dan indikator yang dipantau.

ARAH UNIVERSITAS
KONTRIBUSI DHK-STP
INDIKATOR YANG DIPANTAU
Universitas yang bereputasi dan berdampak
Hilirisasi menjadikan riset Unhas terlihat sebagai produk yang dipakai industri dan masyarakat, bukan hanya publikasi.
Jumlah teknologi terpakai, liputan mitra, rekognisi nasional
Kemandirian dan diversifikasi pendapatan universitas
Lisensi, royalti, spin-off, dan layanan fasilitas STP membuka sumber penerimaan non-UKT.
Royalti, pendapatan layanan fasilitas, nilai kerja sama
Kampus penggerak ekonomi kawasan
Inovasi diarahkan ke komoditas unggulan Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia.
Produk komoditas lokal, mitra daerah, lapangan kerja
Pendidikan yang terhubung dunia nyata
Mahasiswa dan dosen terlibat langsung di teaching factory, tenant, dan proyek industri.
Mahasiswa magang, dosen berkegiatan di industri, praktisi mengajar
INDIKATOR KINERJA UTAMA

Kontribusi terhadap IKU Universitas

Enam dari delapan IKU perguruan tinggi bersinggungan langsung dengan pekerjaan DHK-STP. Kolom capaian diisi setelah rekonsiliasi dengan unit perencanaan universitas.

PERLU VERIFIKASI
IKU
SASARAN
PERAN DHK-STP
CARA DIUKUR
CAPAIAN
IKU 1
Lulusan mendapat pekerjaan layak
Lulusan menjadi wirausaha melalui tenant inkubasi dan spin-off.
Jumlah lulusan berwirausaha di venture binaan
XX
IKU 2
Mahasiswa berkegiatan di luar kampus
Magang di startup tenant, teaching factory, dan proyek kemitraan industri.
Mahasiswa magang bersertifikat di ekosistem STP
XX
IKU 3
Dosen berkegiatan di luar kampus
Dosen sebagai inventor pendamping, konsultan industri, dan tim co-development.
Dosen terlibat proyek kemitraan industri
XX
IKU 4
Praktisi mengajar di dalam kampus
Mentor, investor, dan praktisi industri mengajar di Sekolah CEO dan program inkubasi.
Jumlah praktisi pengajar per semester
XX
IKU 5
Hasil kerja dosen digunakan masyarakat
Produk hilirisasi diadopsi industri, pemerintah daerah, dan komunitas pengguna.
Teknologi dilisensikan dan produk terpakai
XX
IKU 6
Program studi bermitra kelas dunia
Kerja sama riset dan produksi dengan industri nasional serta mitra internasional.
Perjanjian kerja sama aktif per fakultas
XX
EKOSISTEM NASIONAL

Dukungan terhadap agenda hilirisasi dan kewirausahaan nasional

Pekerjaan direktorat tidak berhenti pada kepentingan universitas. Enam kontribusi berikut menempatkan Unhas sebagai simpul aktif dalam agenda inovasi nasional, khususnya bagi Kawasan Timur Indonesia.

Hilirisasi riset nasional

Menyediakan jalur terstruktur dari invensi ke transaksi sehingga hasil riset perguruan tinggi tidak berhenti di laporan.

Kewirausahaan kampus

Menumbuhkan startup berbasis riset sebagai jalur karier lulusan dan sumber inovasi nasional.

Kemitraan kampus–industri

Menjadi titik masuk tunggal bagi industri, BUMN/BUMD, dan pemerintah yang membutuhkan kapasitas riset.

Pemerataan kawasan timur

Menempatkan Kawasan Timur Indonesia sebagai simpul inovasi, bukan sekadar pasar teknologi.

Kemandirian teknologi

Mengurangi ketergantungan pada teknologi impor pada sektor pangan, akuakultur, peternakan, dan kesehatan.

Infrastruktur inovasi bersama

Membuka fasilitas pilot production dan pengujian bagi UMKM, startup, dan lembaga di luar universitas.

DAMPAK SOSIAL DAN LINGKUNGAN

Manfaat yang dirasakan di luar kampus

Sebagian besar teknologi binaan menyasar komoditas rakyat: tambak, ternak, hasil hutan, pangan, dan kesehatan. Dampaknya diukur pada pendapatan pengguna, penyerapan tenaga kerja, dan pemanfaatan sumber daya secara lestari.

XX
kelompok masyarakat pengguna
XX
desa/kawasan terdampak
XX
UMKM mitra produksi
XX
ton limbah dimanfaatkan kembali
KETERKAITAN SDGs
SDG 2
Tanpa Kelaparan
Inovasi pangan, akuakultur, dan peternakan
SDG 3
Kehidupan Sehat
Produk herbal dan sediaan kesehatan terstandar
SDG 8
Pekerjaan Layak
Startup, spin-off, dan lapangan kerja baru
SDG 9
Industri & Inovasi
Fasilitas produksi dan kemitraan industri
SDG 12
Konsumsi Bertanggung Jawab
Pemanfaatan hasil hutan dan limbah bernilai tambah
SDG 17
Kemitraan
Jejaring kampus, industri, pemerintah, investor

Butuh data dampak untuk laporan, kerja sama, atau kebijakan?

Kami dapat menyiapkan potongan data sesuai kebutuhan pimpinan universitas, mitra industri, atau instansi pemerintah.