Dari uji laboratorium ke 18 tambak mitra
Tim Aquanotes memindahkan sensor riset ke kondisi lapangan yang jauh lebih keras — dan menemukan bahwa masalah terbesarnya bukan sensor, melainkan kebiasaan operator.
Sensor yang bekerja rapi di meja laboratorium menghadapi kondisi berbeda ketika dipasang di petak tambak: air asin, kelembapan tinggi, panas matahari, dan pasokan listrik yang tidak selalu stabil. Tantangan pertama tim bukan akurasi pengukuran, melainkan daya tahan perangkat.
Setelah rangkaian penyesuaian selubung dan sumber daya, muncul persoalan kedua yang tidak terbaca dari data teknis: kebiasaan operator. Peringatan hanya berguna bila dibaca dan ditindaklanjuti pada jam yang tepat, sehingga tim mengubah cara notifikasi disampaikan dan menyederhanakan tampilan agar terbaca sekali lihat.
Pelajaran ini yang kemudian dipakai pada tahap pra-komersialisasi: setiap fitur baru diuji bukan hanya pada ketepatan sensor, tetapi juga pada apakah petambak benar-benar mengambil tindakan setelah menerima peringatan.